Konsep Merdeka Belajar merupakan konsep penyederhanaan kurikulum dalam rangka melakukan mitigasi kehilangan pembelajaran akibat Pandemi COVID-19 dengan memberikan pilihan kepada sekolah untuk menggunakan kurikulum yang disederhanakan (kurikulum darurat) sehingga dapat berfokus pada penguatan karakter dan kompetensi mendasar.
Kurikulum Merdeka sebagai opsi sekolah dalam rangka pemulihan pembelajaran. Kurikulum Merdeka memberikan guru keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.
Adapun karakteristik Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut:
- Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.
- Fokus pembelajaran pada materi esensial akan membuat pembelajaran lebih mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
- Guru memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kemampuan siswa dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
Tahun ajaran 2022/2023 Implementasi Kurikulum Merdeka akan dilaksanakan sesuai dengan pilihan yang telah dilakukan masing-masing satuan pemdidikan.
Ada tiga pilihan berdasarkan survey dan hasil analisis yang dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dalam hal ini kepala sekolah.
1. Mandiri Belajar
Pilihan Mandiri Belajar memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.
2. Mandiri Berubah
Mandiri Berubah memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.
3. Mandiri Berbagi
Pilihan Mandiri Berbagi akan memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.
Implementasi pembelajaran berbasis proyek pada Kurikulum Merdeka menjadi salah satu pilar penting yang harus diimplementasikan untuk pengembangan karakter siswa.
Hal ini disampaikan pula oleh pemateri di Kelas Inovasi yang dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2022 oleh Sucik Ike Wahyuni, M. Pd. Project Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.
Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PBL) menjadi metode yang diterapkan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. Adapun Profil Pelajar Pancasila bertujuan mencetak generasi yang berkarakter Pancasila.
Ada enam indikator untuk terlahir pelajar Pancasila, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Karakteristik model Project-based Learning diantaranya yaitu peserta didik dihadapkan pada permasalahan konkret, mencari solusi, dan mengerjakan projek dalam tim untuk mengatasi masalah tersebut.
Pada model PjBL peserta didik tidak hanya memahami konten, tetapi juga menumbuhkan keterampilan pada peserta didik bagaimanan berperan di masyarakat. Keterampilan yang ditumbukan dalam PjBl diantaranya keterampilan komunikasi dan presentasi, keterampilan manajemen organisasi dan waktu, keterampilan penelitian dan penyelidikan, keterampilan penilaian diri dan refleksi, partisipasi kelompok dan kepemimpinan, dan pemikiran kritis.
Melalui model PjBL maka peserta didik dapat merefleksikan ide dan pendapat mereka sendiri, dan membuat keputusan yang mempengaruhi hasil proyek dan proses pembelajaran secara umum, dan mempresentasikan hasil akhir produk.
Tahun 2024 menjadi penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran. Evaluasi ini menjadi acuan Kemendikburistek dalam mengambil kebijakan lanjutan paska pemulihan pembelajaran.

Semoga kurikulum yang menjadi pilihan setiap satuan pendidikan dapat menjadikan dasar untuk capaian yang akan di raih. Tetap semangat dengan apapun kutikulum yang di gunakan.
BalasHapusSemoga sesuai tujuan yang diharapkan. Semakin maju pendidikan Indonesia.
BalasHapusSemoga kurikulum merdeka benar-benar mengantarkan pendidikan di Indonesia jauh lebih sukses. Amin...
BalasHapusPJBL bukan hal baru dan bukan hanya karakter Kurmed dlm K13 juga sudah ditetapkan. Nmun rupanya kurang diiplementasikan. Mdh2n dg ganti kurikulum yg lebih menegaskan ttg proyek yg diatur dg jam pelajaran wajibnya, proyek dapat dilaksanakan dg intensf
BalasHapusMerdeka Belajar. Ayooo Merdeka, Ayoo Belajar....
BalasHapus