Mengelola Taman Bacaan

Jum'at, 25 Maret 2022. Pertemuan-30 Kelas BM. Materi dengan tema "Mengelola Taman Bacaan" dengan Narasumber Bapak Bambang Purwanto, S.Kom., Gr. dengan nama panggilan Mr. Bams atau Ayah Salwa. Profil lengkap narasumber ada di sini. Moderator yang membersamai malam ini adalah Ibu Rosminiyati. 

Pertemuan malam ini merupakan penghujung kegiatan pelatihan kelas menulis, kegiatan yang telah banyak memberikan motivasi bagi peserta untuk konsisten dan berkomitmen dalam mengembangkan kemampuan menulis.

Malam ini Mr. Bams, memaparkan pengalaman beliau dalam mengelola Taman Bacaan.

Taman bacaan merupakan tempat yang memiliki bahan bacaan yang mudah diperoleh di lingkungan masyarakat. Juga dapat dijadikan alternatif untuk proses pembelajaran informal. Manfaat taman bacaan sebagai bentuk gerakan literasi yang diharapkan dapat meningkatkan budaya literasi.

Menurut Buku pedoman Pengelolaan Taman bacaan Masyarakat 2006:1), manfaat taman bacaan masyarakat : 1. Menumbuhkan minat, kecintaan dan kegemaran membaca. 2. Memperkaya pengalaman belajar bagi warga. 3. Menumbuhkan kegiatan belajar mandiri 4. Mempercepat proses penguasaan teknik atau ketrampilan.

Pengelolaan Taman Bacaan dapat dilakukan secara perorangan atau kelompok, dengan tujuan untuk memperkaya bahan bacaan bagi lingkungan sekitar. Selaian tempat membaca juga dapat digunakan sebagai tempat pelatihan dan pembinaan ketrampilan.  

Kini banyak di lingkungan masyarakat telah mengembangkan TBM, bahkan besinergi dengan lembaga pelatihan independent dengan tujuan menfasilitasi ketrampilan sesuai dengan pergerakan ekonomi berdasarkan kebutuhan masyarakat. 

Guru tak hanya mengajar. Guru bisa lakukan banyak hal. Kegiatan literasi sangat banyak sekali di sekolah. Guru sepantasnya menjadi buku sebagai sahabat yang bisa dicintai. Melalui kegiatan menulis maka guru akan mampu menciptakan karya-karya besar di dunia pendidikan, sebeb dunia guru tidak lepas dari siswa dan anak didik.

5 komentar: