Kulirik Syahquitta tengah asyik dengan mainannya. Momen aktifitas dia sengaja kudokumentasikan.
Ekspresi wajahnya tampak menggemaskan ketika mendengar suaraku yang berubah sesuai karakter sang tokoh.
Mata Syahquitta mengikuti setiap gerakan bibirku dan kemudian mulutnya mengeluarkan ucapan yang tidak beraturan.
Aku tertawa mendengar suaranya, dia pun ikut tertawa senang dan menendang-nendang kakinya yang mungil.
Tampak damai, kutatap wajah mungil cucuku dengan penuh kasih sayang, kembali teringat perjalanan hidup ketiga anakku yang kini sudah dewasa.
Rasa syukur kupanjatkan kepada Allah Subhanahu wata'ala yang telah memberikan nikmat dan kekuatan kepadaku membesarkan mereka tanpa ayah.
اَلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئ ُمَزِيْدَهُ
Alhamdulillahi rabbil 'alamin khamdan katsira yuwafi ni'amahu wa yukafiu mazidahu.
"Segala puji Allah Tuhan semesta alam, pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya."
Renjana, gairah hidupku senantiasa bangkit untuk kebahagiaan anak-anak dan cucuku.
17 Februari 2022
Masyaallah nakdis pinter dan lucu. 😍
BalasHapusTeeima kasih bu Yuni..🥰
HapusMasya Allah Bu semoga ibu cepat kembali sehat dan kuat, anak cucu sebagai obat penyemangat.
BalasHapusMasya Allah, alhamdulillah ... perjuangan membesarkan anak-anak membuahkan hasil. Kehadiran cucu menjadi berbagai hal buat orang tua,terutama penyemangat, pokoknya renjana.
BalasHapusSyafakillah Bunda hebat. Luar biasa....
BalasHapusAsyiknya dengan si kecil.
BalasHapusSehat selalu dede kecil...
BalasHapusGemes banget gambar ketiga.. hehehehe
Sudah punya cucu? Saya kira masih muda loh...
BalasHapusSudah sepuh pak hehe
HapusWah tulisan yang mengabadikan momen indah. Bagus gambarnya.
BalasHapus