MENUAI CIPTA DARI KARYA TULIS ILMIAH

Jika mengenang ke belakang ketika aku harus menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan yang sebelumnya dari S1 Teknik Manajemen Industri dan S1 Bahasa Inggris. Agar linier dengan tugasku mengajar maka aku mengampil pendidikan S1 Sekolah Dasar. Ada suka dan duka kehilangan yang sangat. 

Suka karena menuntaskan dengan cepat dan bahkan membantu beberapa rekan dalam penyusunan penelitian, duka karena saat itu aku tengah hamil tua kemudian kehilangan suami karena meninggal. Capaian yang kuraih serta penerimaan SK PNS pun aku hanya didampingi oleh ketiga anakku dan ibu.

Hikmah di balik itu melalui menyusun laporan penelitian kemudian aku mencoba berbagi melalui akun di scrib.com dan bergabung bersama KKG serta organisasi keprofesian pada tahun 2016 untuk memfasilitasi Guru PNS menyusun DUPAK dalam persiapan kenaikan golongan. Dimana salah satu penunjang untuk kenaikan golongan 3C ke atas adalah menyusun PTK.

Ketika bergabung dengan kelas BM 23, kemudian membaca flyer hari ini bahwa dari hasil penelitian dapat kita kembangkan menjadi sebuah buku. Wow it's amazing. Semakin tergelitik untuk menyimak apalagi tepat jam 16.45 WIB tidak dinyana mendapat telepon dari tim penerbit di DIY, semakin membuatku bersemangat juga bersama tim kreatif JSDI Tangsel yang kebetulan pertemuan virtual bersamaan dengan pelatihan hari ini yaitu program menyusun Modul Pelatihan Meningkatkan Kompetensi Digital Menuju Kurikulum Prototipe.

Pertemuan ke 6 Pelatihan Belajar Menulis Tema malam ini Jum.at, 28 Januari 2022 yaitu "Menulis Buku dari Karya Ilmiah", dengan narasumber Noralia Purwa Yunita, M.Pd, lahir di Kudus, 12 Juni 1989. Penulis pernah mengambil kuliah program sarjana di Univeritas Negeri Semarang yang kemudian dilanjutkan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Saat ini penulis bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, penulis juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog, anggota komunitas koordinator virtual Indonesia (KKVI), anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Prakarya, serta Pembimbing ekstrakurikuler KIR SMP.

Moderator yang akan mendampingi pelatihan ibu Raliyanti, menyampaikan sesi pelatihan yang berlangsung melalui WhatsApp Group.

Setiap pendidik profesional pada masa pendidikannya tentu saja sudah mengenal dengan penulisan karya ilmiah baik berupa makalah, skripi, tesis atau penelitian tindakan kelas. Demikian juga dengan Pendidik ASN, salah satu unsur penunjang untuk kenaikan pangkat adalah PTK, best practice, makalah tinjauan ilmiah, artikel ilmiah atau jurnal. 

Akan sangat disayangkan jika manfaat karya ilmiah hanya sebatas untuk memenuhi tuntutan tertentu saja. Sementara dalam prosesnya tidak sedikit pengorbanan yang harus dikeluarkan, entah itu materi, waktu, atau bahkan psikis. 

Ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh dengan mengubah karya tulis ilmiah menjadi sebuah buku diantaranya:

  1. Dapat dibaca oleh masyarakat awam
  2. Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh
  3. Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. 
  4. Peningkatan Intelektual dan jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri
  5. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku

Yang perlu kita perhatikan adalah proses konversi KTI menjadi buku, berikut adalah trik konversi KTI menjadi buku

A. Judul

Untuk menyulap KTI menjadi sebuah buku yang menarik tentu saja ada proses yang dilalui dan melakukan self editing. Pertama mengubah judul yang kaku/formal/bahasa ilmiah menjadi judul yang menarik, menggunakan bahasa populer, santai dan singkat. Paling tidak maksimal 5-6 kata. 

Sebagai contoh, judul Best Practice yang ku buat "Meningkatkan hasil belajar Tematik melalui pendekatan kontekstual menggunakan media kotak gaya". menjadi "Kotak Gaya Yang Penuh Aksi" (hihi, coba-coba) menjadi cerita fiksi.

B. Daftar Isi

Ketika mengubah KTI menjadi BUKU, daftar isi tetap mengikuti pedoman 2W+1H)

Bab 1 (why) menjelaskan pentingnya, alasan penggunaan metode itu untuk pembelajaran. Masalah pembelajaran Sains selama ini, dll

Bab 2 (what) menjelaskan apa itu, karakteristik, ciri khas, dari metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan

Bab 3,4,5, dan seterusnya (how) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

C. Kaitkan dengan Isu Terkini

Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang. Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu Communications, collaboration, creativity, dan critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemi yang notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua KD yang ada

D. Ringkas Padat, Selektif

Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja

E. Gunakan Gaya Bahasa Informatif yang Menarik

Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.

F. Daftar Pustaka 

Daftar pustaka atau referensi boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya

G. Ulasan Penulis

Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

H. Jumlah Halaman

Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit

I. Hindari self plagiarisme

Agar tidak dikatakan self plagiarisme, sebaiknya kita tidak hanya sekedar copy paste KTI kita untuk dijadikan buku. Kita tetap menulis ulang setiap kalimat yang ada, namun dengan tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli. 

Teknik parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku

Dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.

Jadi mari kita wujudkan untuk menjadi kreator yang kreatif, penulis yang produktif. Jadikanlah hasil karyamu menjadi karya terbaik yang akan selalu abadi.

Tidak ada yang tidak mungkin semua dapat kita lakukan dengan magic word "Start".

27 komentar:

  1. Ciantikkk tampilannya... mantap isinya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bu Yosefin..semangat yu..yu..🀩🀩

      Hapus
  2. Keren sakalo mbak ku🀩🀩🀩😍🀩😍

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Insya Allah..siap belajar dan berbagi..πŸ₯°

      Hapus
  4. makin menarik tulisannya mbah Putri muda... semakin menginspirasi dan cepat dalam penulisan ditambah rapi dan lengkap. semoga bersama kita bisa menghasilkan tulisan yang menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teroma kasih pak Frans,keep on to be writer..🀩πŸ₯°

      Hapus
  5. jadi terinspirasi sama tulisannya bu,

    BalasHapus
  6. Tema blognya keren, resumenya juga mantap. Semangat terus bu Dwi.

    BalasHapus
  7. A u wooooo jreng jreng 😁
    Apik tenan Bu tulisannya.
    Top MarkotopπŸ‘

    BalasHapus
  8. Luar biasa Bu Tim jreng jreng semangatnya selalu ngejreng

    BalasHapus
  9. Waah semakin bagus tulisannya buk dan semakin bagus juga desain blognya, ajarin dong heheh

    BalasHapus
  10. Kisah hidup ibu luar biasa, begitu strong menghadapi hidup. Semangat sampai akhir bu.

    BalasHapus
  11. Blogg dan tulisan mantap Bu...keren...

    BalasHapus
  12. Yuk, wujudkan Kotak Gaya penuh Aksi menjadi sebuah buku, saya pemesan pertama jika buku ini sudah terbit 😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap aksi...bu Noralia...terima kasih kunjungannya...πŸ₯°πŸ₯°

      Hapus
  13. Ayo ... Dan selalu semangat bersama wujudkan mimpi ... Jreng jreng

    BalasHapus
  14. Bagus sekali....makin mantap, bu

    BalasHapus
  15. Luar biasa,...semangat terus berkarya. Salam literasi

    BalasHapus
  16. Selalu suka sama tulisan Bu nur Dwi Yanti... The best

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Indah, you are the best juga lope2

      Hapus