MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION

Seratus cita membingkai mata

Berulas liris tercipta ritme

Tak putus kita merangkai kata

Di kelas menulis menata resume 

Ada julukan menarik bagi penyusun resume tercepat di kelas menulis, julukan itu adalah F1 (Formula One). Menarik, karena membuat para peserta berlomba dan termotivasi untuk menyusun resume dengan cepat. 
Namun di kelas menulis angkatan 23-24 tidak ada kata istilah bertanding untuk menjadi nomor 1, tapi bagaimana kita mencoba tetap eksis mengembangkan potensi diri dan mampu menuangkan rangkaian kata serta kalimat yang disusun berdasarkan materi pada setiap pertemuan. 

19 Januari 2022, 19.00 WIB.

Waktu tak terasa terus bergulir, pelatihan materi kedua beretepatan dengan malam Kamis di saat aku menerima buku antology-ku yang ke 20 yang telah kutulis sejak tahun 2021 hingga kini.
Semangatku mengikuti kelas menulis memiliki asa untuk menyusun buku solo.

Materi malam ini "MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION" yang akan disampaikan secara daring oleh narasumber yang telah lama eksis sebagai penulis juga editor buku yaitu Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd yang dikenal sebagai Ibu Kanjeng.  Beliau adalah seorang guru pegiat literasi nusantara, menulis 21 buku, menjadi editor sejak tahun 2019. Menyelesaikan S1 di FKIP Bahasa Inggris UNS dan S2 di UMS, selain aktif sebagai pengurus PGRI Surakarta Jawa Tengah, seorang motivator dan juga seorang blogger yang hobi travelng, membaca dan silaturahmi.
Selaku moderator yaitu Ibu Helwiyah, S. Pd, M.M yang kukenal sebagai penyemangat di GMLD Gel. 1 Kel. 4.

Passion

Yang kupahami passion adalah hasrat, keinginan yang kuat. Adapun menurut profesor psikolog di Universitas Montreal, Kanada, Robert J. Vallerand, Ph.D. dan Houlfont passion adalah kecenderungan kuat terhadap suatu kegiatan yang disukai oleh individu, di mana mereka akan rela mengorbankan waktu dan energinya untuk melakukan hal tersebut. John Maxwell, seorang motivational speaker terkenal dari Amerika menggambarkan passion sebagai “the fuel for will’ atau bahan bakar untuk kemauan. Dalam artian passion mengubah “keharusan” menjadi “kemauan”. Jadi ketika kita sangat menginginkan sesuatu, kita akan menemukan tekad untuk melakukannya dan tidak akan berhenti sampai benar-benar mencapainya.

Why writing is become my passion?

Inilah yang menjadi alasannya mengubah “keharusan” menjadi “kemauan, melalui keinginan yang kuat :
  • Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berfikir
  • Hingga hari ini, profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial

How to make writing become my passion?

Ini adalah pertanyaan yang ditujukan untuk diri kita, bagaimana kita akan dan memiliki keinginan untuk mulai menulis.
Sebagai penulis pemula seringkali menghadapi kendala saat akan memulai, kendala berawal dari diri sendiri, situasi dan kondisi. Jika dikaitkan dengan Passion maka kendala yang seringkali kita rasakan dan kita hadapi adalah pada diri sendiri.

1. Merasa Tidak Bakat Menulis
Seorang penulis pemula seringkali merasakan hal tersebut, ketika memulai suatu tulisan merasa tidak yakin apa yang telah dituangkan bahkan seringkali mengulang kembali dari awal.

2. Tidak Memiliki Waktu untuk Menulis
Memanajemen waktu, find the quality time for yourself. Setiap orang memiliki kesibukan yang berbeda, untuk memulai menulis kita harus mampu memaksakan mendorong kemauan kita dalam menulis. Bisa hanya diawali satu kata atau satu kalimat yang dapat kita goreskan, maka tanpa terasa dalam satu hari akan terkumpul puluhan kalimat yang selanjutnya dapat kita susun dan kemas dalam tulisan yang sistematis

3. Tidak Memiliki Ide
Ide atau gagasan kerap kali menjadi alasan bagi seorang penulis pemula. Seperti yang disampaikan Om Jay pada materi sebelumnya, bahwa ide bisa dimana saja, apa saja yang kita rasakan kita lihat dan kita alami. Semua kembali kepada bagaimana kita mengembalikan Passion kita dalam menulis.

4. Tidak Mau Dikritik
Seseorang yang tidak ingin dikritik berarti memiliki pemikiran yang sempit, selalu ingin berada di zona aman. Kritik adalah sarana kita untuk berpikir dan berubah, kritik adalah bagian dari hasil penilaian seseorang atau kelompok yang justru aka mengembangkan kemampuan kita, memperbaiki kesalahan dan kembali merangkai hal yang baru.

5. Tidak Suka Menulis
Tidak suka menulis? Manusia tidak akan lepas dari menulis, yang menjadi pembeda adalah tujuan dari menulis tersebut. Pada hakikatnya menulis adalah menyampaikan pesan secara simbolik yang dituangkan dalam rangkaian kata atau lambang.

Dari yang dipaparkan oleh Bu Kanjeng, bagaimana kita memulai menulis dan mengatasi kendala tersebut di atas melalui kata "MENGAPA".

Mengapa Kita Menulis?
Lebih filosofis dan berhubungan dengan nilai, visi dan misi hidup kita

Bagaimana Cara Kita Menulis?
Lebih bersifat teknis dan jawabannya cenderung mudah dipelajari melalui proses latihan.

Kapan Kita Mulai Menulis?
Secepatnya! Kita harus niatkan untuk membuat karya yang asli dari kita.

Passion adalah hasrat yang ada pada diri manusia sejak dilahirkan di bumi, semua hasrat dan keiinginan jika kita kaitkan dengan kemauan dan kemampuan maka akan membentuk suatu motivasi pada diri kita.

Hadis Nabi yang mengatakan 
(sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain)

Memotivasi diri untuk memulai menulis, jadikan Writing is my Passion melalui langkah-langkah awal menjadi penulis yang Baik
  1. Read : Untuk menjadi penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku, baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita). Jadi perbanyak membaca, dengan banyak membaca pengetahuan kita tentang menulis akan terasah seiring dengan munculnya ide tulisan berkat apa yang telah kita baca sebelumnya.
  2. Discuss : Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikan bahan bacaanyang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri.
  3. Look & Feel : Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media
  4. Socialize : Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap.
Bagaimana mempersiapkan diri saat menulis?

1. Menggali dan Menemukan Gagasan/Ide
Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. 
Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

2. Menentukan Tujuan, Genre, dan Segmen Pembaca
Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan. 
Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable

3. Menentukan Topik
Misalnya, tujuan menulis untuk memberikan informasi yang benar. Genrenya tulisan populer. 

4. Membuat Outline
Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja.
Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan dengan kata lain bahwa pesan yang akan disampaikan seorang penulis harus runtut mulai dari judul, isi dan penutup.

5. Mengumpulkan Bahan Materi / Buku
Sebagai seorang penulis maka wajib mencari sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi. Di era digital memperkaya bahan materi dan referensi bisa melalui internet, kita bisa mencari informasi-informasi terkini dengan melalui sumber-sumber yang valid.

Menulis itu harus Sabar

Ketika mengawali tulisan jangan pernah ragu, tuangkan tulisan semampu kita jangan berhenti, jangn berpikir idialis, atau untuk mencapai suatu kesempurnaan. 

Dari paparan bu Kanjeng sangat jelas bahwa salah satu cara paling ampuh untuk menemukan tujuan hidup dan passion adalah dengan serangkaian mencoba dan melibatkan intuisi dari diri. 

Closing Statement dari narasumber:
Menulis buku adalah pekerjaan mulia. Jadikan menulis sebagai passion. Jangan pernah takut tulisan jelek atau tidak ada yang mau membaca.Tetaplah berada di komunitas Literasi.  Ikuti nubar nulis bareng di buku Antologi sebagai jembatan menjadi penulis buku solo.

Writing is my Passion, mengembangkan, maningkatkan kemauan dan gairah untuk menulis. Untuk melangkah ke arah lebih baik dalam menulis kita akan menemukan hambatan trial and error, jangan pernah berhenti untuk mencoba.

Never stop to try to make it better, to make your passion come true, to make your passion create something new. Let's writing become your passion.

32 komentar:

  1. Balasan
    1. Jreng-jreng Ms. Indah... GWS ya bebeb.. You r the best

      Hapus
  2. Wah, mantap ibu, sangat terinspirasi untuk kami

    BalasHapus
  3. Mantap blognya menarik tulisannya... lengkap You're the Best...

    BalasHapus
  4. Waow keren....sungguh kuar biasa bu

    BalasHapus
  5. Waduh salah tulis bu, Luar biasa maksud saya bu

    BalasHapus
  6. Masha Allah...keren bunda...πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  7. MasyaAllah... Cantik banget resumenya ibu.

    BalasHapus
  8. saya mau belajar dari Ibu terutama dalam tampilan blog. mantap ada tambahan pengertian dari ahlinya tentang passion. salam dari saya sudi kiranya untuk memberikan masukan...

    BalasHapus
  9. selalu keren bu dwi, mataku seger kalo liat blog nya. tulisannya juga mantul.. benar-benar F1 deh dari semua sisi..

    BalasHapus
  10. Pokoknya TOP ibu πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  11. Mantap sekali say kuπŸ€—πŸ˜πŸ˜πŸ˜,semangat

    BalasHapus
  12. Hebat Bu. Kok bisa ya menulis cepat selengkap iniπŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sambil menyimak di wa.web..langsung di ketik bu...

      Hapus
  13. Kereeen bingiit...baik tulisannya maupun tampilan blognya...berbagi doong bu Dwi ilmunya biar menebar seantero jagat raya...kreatif, enerjik..kereen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Marii..bersinergi bersama πŸ₯°πŸ₯°

      Hapus
  14. Tampilannya menarik, bikin ku tergelitik, untuk membaca untaian kata nan menarik. Terus semangat wahai bunflda cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap bunda Bisma ... terinspirasi dari bunda Bisma dan penggiat literasi yag luar biasa

      Hapus
  15. Super keren, ibu...bagi2x ilmunya buatku
    ya

    BalasHapus
  16. F 1 yang tak terkalahkan..
    Tidak hanya cepat.. namun juga berkualitas

    BalasHapus
  17. "Menulis harus dengan penuh Kesabaran ". Sebagai penulis pemula tekunlah dalam proses menulis . Daripada berfokus pada kesempurnaan ataupun idealisme, hendaknya kita mencoba untuk terus menulis semampunya disertai dengan konsistensi Maka kita akan memetik hasilnya

    cakep dan mantap.

    BLOG KREN YANG AKU LIHAT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Dail..memotivasi dan mengispirasi..πŸ™πŸ˜Š

      Hapus