Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar, masa pandemi mempengaruhi perkembangan karakter anak di dunia pendidikan. Perubahan kurikulum diterapkan menggunakan kurikulum darurat kemudian kurikulum mandiri melalui pembelajaran berbasis kontek. Partisipasi orangtua dan guru sangat besar peranannya untuk mencapai indikator pendidikan yang diharapkan. Ragam metode, pendekatan, teknik pembelajaran di gaungkan melalui berbagai bentuk pelatihan berbasis teknologi dengan cara daring dengan harapan persentase keberhasilan dari tujuan pendidikan meningkat namun pada kenyataannya aspek kognitif tidak dapat dicapai secara maksimal.
Kendala-kendala teknis dilapangan mulai muncul dari dampak psikologis anak, kondisi sosial dan ekonomi serta latar belakang pendidikan orangtua juga kompetensi tenaga pendidik.
![]() |
| Dok.Pri |
Dua tahun masa pembelajaran jarak jauh mengalami dinamika yang cukup signifikan, dan kini saat PTMT diberlakukan perlu melakukan tindakan bagaimana merubah pola belajar, bagaimana menyelaraskan kebijakan lembaga pendidikan dalam menerapkan konsep belajar yang menyenangkan di dalam kelas yang terasa beku karena komunikasi jarak dan sosial yang masih terbatas.
Dua tahun perubahan akan memerlukan waktu untuk mengembalikan tatanan pembelajaran ke arah kondisi normal. Semua menyadari output pendidikan tidak diperoleh secara maksimal, merdeka belajar konsep yang diterapkan belum menyentuh secara utuh terhadap pola-pola pikir lama yang menyatakan nilai akhir adalah sebuah capaian bukan proses.
Dua tahun masa pandemi telah meninggalkan jejak yang mendalam bagi dunia pendidikan bagi siswa, guru dan orangtua. Kita buka lembaran baru dunia pendidikan, menuju tatanan pola pendidikan yang diharapkan.
Sehat negeriku, sehat bangsaku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar