CIPTAKAN PELUANG MELALUI LITERASI DIGITAL

 04.40 WIB 

Hujan turun cukup deras sejak semalam, tepat jam 00.17 WIB kendaraan yang menjemputku berada di depan rumah. Perjalanan tugas yang kukira memakan waktu cepat ternyata di luar dugaan. Banyak yang harus dituntaskan.

Setelah membersihkan tubuh, berganti pakaian. kubuka rekaman layar pertemuan ke 18 GMLD hari ini, kemarin tepatnya karena waktu sudah menunjukan pukul 04.40 WIB dini hari.

Kegiatan hari ini dibuka oleh Moderator Bapak Deni darmawan dan pemateri Ms. Leni Priska.
One by one, kusimak hasil rekam layar yang kusimpan sebelum keberangkatan tugas sore tadi.
Sebelum masuk ke materi inti, Ms. Leni menayangan game untuk mengingat letak gambar  dengan tujuan mengukur konsentrasi.

Sebelum masuk ke materi kita lihat profil pemateri kita..😊
Ms. Leni selain seorang guru juga penulis dan memiliki pengalaman yang luar biasa.

Next, Perkembangan industri di dunia sudah terjadi dalam empat tahap, di antaranya, revolusi industri 0.1 (1784), revolusi industri 2.0 (1870), revolusi industri 3.0 (1969), revolusi industri 4.0 (sekarang).

Revolusi 4.0 ditandai dengan adanya perkembangan digital dan megadata yang luar biasa terus bergerak di berbagai bidang. Salah satunya kemudahan berkomunikasi melalui jaringan internet. 

Kita terkoneksi dengan mudah melalui ragam komunikasi digital baik secara individu atau pun kelompok dan jaringan yang lebih besar (Hyperconnectivity)

Di era digital kita harus bertransformasi menjadi sosok yang memiliki kompetensi digital.
Mengapa?
Jika kita mencermati data berikut kita akan dapat mengkaji tindakan apa yang akan kita lakukan khususnya sebagai pendidik.

Indonesia menempati posisi 114 dunia atau kedua terendah di G20 setelah India dalam rilis tersebut (Jayani, 2020).
Hal ini menunjukan bahwa Indonesia akses dan infrastruktur, intensitas penggunaan, dan keahlian/kecakapan, subindeks keahlian yang memiliki skor paling rendah (BPS, 2019)

Kementerian Komunikasi dan Informatika Siberkreasi & Deloitte (2020) memberikan kerangka yang lebih besar dengan menawarkan empat area kompetensi yang terdiri dari Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics dan
Digital Safety.
Literasi digital adalah sebuah konsep dan praktik yang bukan sekadar menitikberatkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi, literasi digital banyak menekankan pada kecakapan pengguna media digital dalam melakukan proses mediasi media digital yang dilakukan secara produktif.

Revolusi digital telah mempengaruhi perubahan yang melekat pada berbagai aspek. Melalui perubahan ini selaku tenaga pendidik dan profesional kita dapat menciptakan peluang yang lebih besar dan bermanfaat.

Peluang melalui Literasi digital

  1. Konektivitas, dapat berkolaborasi dengan banyak orang di berbagai bagian jaringan
  2. Mudah untuk mendapatkan informasi dan data 
  3. Siapa pun dapat memulai bisnis
Kemampuan literasi digital adalah bentuk kesiapan kita dalam menghadapi revolusi digital, peluang dan tantangan ada di hadapan kita.
Tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan kapasitas diri. 

Asah diri
Mencoba
Jalin komunitas
Kolaborasi
Berpartisipasi

4 komentar: