MENULIS DI KALA SAKIT

Agak terlambat mempublikasikan resume malam ini, sejak pulang dari sekolah badan rasanya lemas. Setelah lepas magrib kuistirahatkan tubuh hingga terbangun kembali tepat 22.06 WIB.

Ketika kubaca tema pertemuan ke 22 malam ini 07 Maret 2022 semangat kembali terbakar, Menulis di Kala Sakit yang di paparkan oleh Suharto, M. Pd mengisahkan perjuangan menerbitkan buku di kala sakit. Berikut tautan Profil narasumber di sini.

Pak Dail selaku moderator membagikan tautan youtube yang menayangkan perjuangan narasumber saat berjuang dalam sakit namun tetap bekarya.


Mengutip dalam bukunya magnet rezeki, Nasrullah  menyatakan bahwa ujian dan musibah laksana sebuah permen. Pembungkusnya adalah musibah, tetapi di balik pembungkus itu Allah  sudah sediakan berjuta kenikmatan. Maka itu, terimalah dengan ikhlas dan banyak bersyukur. Intinya dibalik segala sesuatu ada mengandung hikmah. 

Pengalaman narasumber berkisah tentang perjuangan saat melawan sakit dan kembali bangkit sehingga membuahkan karya , "GBS Menyerangku" dan "Belajar Tak Bertepi". Sangat menginpirasi.

Telah banyak buku solo yang diterbitkan oleh narasumber, kekuatan beliau saat menulis karena tujuan dan alasan sebagai berikut:

1. Untuk menambah amal ibadah 

Menambah amal ibadah, saat terbaring sakit hendaknya kita kembali bangkit untuk memotivasi diri juga sebagai inspirasi dan penyemangat bagi pembaca melalui tulisan bagaimana membangun diri menjadi manusia unggul. 

2. Untuk kenaikan pangkat

Salah satu syarat kenaikan pangkat bagi ASN adalah menerbitkan buku dan penelitian tindakan kelas.

3. Untuk kebanggaan/ motivasi/ inspirasi.

Berdasarkan pengalaman narasumber yang mampu bangkit dan bekarya sebagai bukti tak ada alasan bagi kita untuk bangkit dan bekarya. Untuk memberikan inspirasi tetap bergerak dan keluar dari zona nyamannya.

4. Untuk mengabadikan ilmu yang dimiliki agar tidak hilang ditelan waktu. 

Kemampuan memori manusia tidaklah sempurna adakalanya kita lupa atau khilaf, maka itu perlu dipatri di dalam sebuah ikatan yaitu buku.

Selain itu narasumber berbagi tips bagaimana kisah hidup dapat menjadi menarik dalam sebuah tulisan. Berikut tips yang disampaikan:

  1. Banyak membaca karya orang lain
  2. Cari diksi-diksi yang indah-indah. 
  3. Pembukaan atau prolog yang sedikit puitis.
  4. Bisa pakai gaya bahasa personifikasi, ironi dll.
  5. Selipkan CERPENTING cerita pendek tidak penting sebagai penyedap tulisan.
Pemaparan materi malam ini luar biasa dan menginspirasi, kita tidak akan menjadi pintar jika tidak berusaha. Kita tidak akan dikenal jika tidak membuahkan karya.

Menulis saja terus biarkan orang lain yang menilainya. Jangan menunggu pintar baru menulis. Menulis saja terus nanti juga pintar. Suharto, M. Pd

5 komentar:

  1. Akhirnya jadi juga ya Bu... Perbanyak istrahat agar bisa pulih kembali dan akhirnya berkarya dengan penuh semangat!

    BalasHapus
  2. Makanya kok di nomor bawah, jaga kesehatan Bun

    BalasHapus
  3. Luar biasa, semoga semangat Cing Ato jadi inspirasi buat kita semua

    BalasHapus
  4. Semoga semangatnya membuat kita selalu sehat

    BalasHapus