MENJADI PENULIS BUKU MAYOR

Kembali kegiatan bersamaan sehingga harus menggunakan 2 laptop saat kegiatan.

Pertemuan 04 Maret 2022 kelas BM sudah memasuki ke-21. Moderator yang oke Ms. Widya Setianingsih yang akan menemani selama pelatihan berlangsung. Narasumber malam ini adalah JOKO IRAWAN MUMPUNI Direktur Penerbitan  Andi, Praktisi, IT dan Pemasaran
Tema yang akan di sampaikan narasumber yaitu  Menjadi Penulis Buku Mayor.

Penulis ketika hasil karyanya diterbitkan akan memperoleh suatu kepuasan. Bentuk kepuasan bisa beragam kembali kepada tujuan si penulis itu sendiri.

Seperti dipaparkan oleh narasumber indikator seorang penulis ketika mempublikasikan buku adalah sebagai berikut:

  1. Kepuasan
  2. Reputasi
  3. Karir
  4. Royalti
Proses penerbitan buku di penerbit mayor, seperti dipaparkan oleh narasumber sebelumnya tentunya ada beberapa kritria dan bobot nilai untuk menentukan layak tidaknya diterbitkan.


Seperti apakah naskah yang diterbitkan penerbit mayo?

1. Tema populer, penulis tak populer

    Untuk menentukan tema populer, sebagai penulis harus mampu isu terkini atau trend yang paling banyak diminati pembaca. Jika tema masuk pada ktiteria trend, akan  memberikan peluang bagi penulis tidak populer untu menerbitkan buku penerbit mayor.

2. Tema populer, penulis populer.

    Peluang diterbitkan oleh penerbit mayor lebih besar, dimana animo pembaca besar dan yang seringkali dicari.

3. Tema tak populer, penulis populer

   Peluang diterbitkan oleh penerbit mayor tentu saja ada namun untuk jumlah penerbitan dan publikasi ditentukan berdasarkan pangsa pasar berdasarkan analisis penerbit mayor.

4. Tema tak populer, penulis tak populer

    Peluang kemungkin dapat lolos diterbitkan penerbit mayor tentu saja dengankriteria-kriteria dan ndek penilaian dari pnerbit mayor.

Ketika kita menerbitkan suatu karya kembali kita tanyakan kepada diri kita termasuk jenis penulis idealis, tidak idealis, industrialis, atau tidak industrialis. 

Menurut narasumber, penulis industrial punya kebiasaan unik. Sebelum mengirimkan naskah, mereka biasaya mengirimkan proposal penerbitan buku. Jika si penerbit tertarik pada proposal itu, maka si penulis mengerjakan buku tersebut dengan serius, karena dia sudah punya jaminan bahwa buku itu akan diterbitkan dan laku di pasaran

Semua kembali kepada diri kita, setiap tindakan saat membuahkan karya dengan sendirinya akan menghasilkan suatu kepuasan. Namun rasa puas jangan sampai terhenti, teruslah berkarya, tulislah dengan hati maka kita akan memperoleh pembaca dan capaian yang maksimal. 

12 komentar:

  1. semoga semakin banyak guru yang menembus penerbit mayor.

    BalasHapus
  2. Semangat Menulis Bu..
    Semoga kita bisa menembus penerbit mayor...

    BalasHapus
  3. sepertinya sudah kembali semangatnya nih, setelah kemarin agak telat kirim resume? semoga kita semua sehat dan sukses menembus penerbit mayor...

    BalasHapus
  4. Terpesona aku terpesona..... Selalu mantaoz... Suksess bunda

    BalasHapus
  5. Segera terbit ini buku solonya. Ditunggu bunda

    BalasHapus
  6. Singkat, padat, langsung meluncur ke buku solo

    BalasHapus
  7. Makin mantuuuul Bu...sukses selalu

    BalasHapus
  8. Semangat terus bu, lanjut ke buku solo.

    BalasHapus