15.57 WIB Beberapa menit setelah meletakan tas di meja kerja layar handphoneku berkedip menandakan ada panggilan masuk, ternyata sobat dumay alumnus GMLD4 mengadakan panggilan group. Seru juga yang kami bicarakan adalah teknis menyusun buku solo, hingga bagaimana kita akan terus bergerak untuk mengembangkan budaya literasi. Tidak lama kulihat pesan di telegram dekstop dan WhatsApp Web ramai masuk dengan tema yang sama. Sehingga setelah berdiskusi hampir setengah jam kita memutuskan untuk mengadakan tatap muka secara virtual keesokan harinya.
Tak terasa waktu terus berlalu, setelah istirahat sejenak dan melaksanakan aktifitas keseharian di rumah tepat pukul 19.00 WIB kulihat ada pesan masuk di WhatsApp Web dari Mbak Widya selaku moderator malam ini bahwa pelatihan BM akan segera dimulai.
Di awal materi para peserta dipacu adrenalin untuk memberikan tanggapan tentang isi konten blog yang dikirim oleh pemateri.
Luar biasa respon peserta, memberikan ragam tanggapan baik langsung di kolom komentar atau melalui WhatsApp Group BM. Tantangan ini merupakan proses bagaimana ketika kita menulis berdasarkan konten yang kita baca.
Peristiwa buntu, kehilangan ide ini tidak saja terjadi pada penulis pemula bahkan dapat terjadi juga pada penulis profesional.
Istilah writer’s block pertama kali diperkenalkan oleh Edmund Bergler seorang Psikoanalisis yang menyebutnya sebagai “a neurotic inhibiton of productivity in creative writers”.
Writer’s block adalah kondisi penulis saat proses penulisan kehilangan kemampuan untuk melanjutkan menulis. Writer's Block terjadi karena beberapa faktor yang kerap kali muncul dengan kondisi yang berbeda yang dihadapi oleh penulis baik phiskis dan fisik.
a. Keinginan mencoba metode/topik baru
Keinginan untuk mencoba metode/topik baru terkadang muncul dari diri penulis. Hal ini dapat saja terjadi karena tuntutan atau mengikuti trend namun tanpa memiliki referensi dan informasi yang cukup maka penulis akan kesulitan ketika mengembangkan dalam bentuk tulisan.
Solusi yang dapat dilakukan saat kondisi ini, penulis dapat melalukan riview atau self correction. Dengan kata lain carilah referensi dan sumber yang sesuia dengan topik yang akan ditulis, perdalam pengetahuan dengan berlatih atau melalui diskusi dengan teman juga komunitas. Hal ini akan memudahkan penulis mendapatkan infus yang positif dalam mengembangkan ide/metode baru.
b. Stress
Kondisi stress dapat terjadi saat penulis merasa harus mengejar target, atau faktor eksternal lainnya. Hal ini akan mempengaruhi cara berpikir yang jernih sehingga akan berdampak pada kebuntuan saat mengungkapkannya dalam bentuk tulisan.
Kondisi stress dapat diatasi dengan melakukan rileksasi diri, merefresh kembali badan lupakan sejenak tulisan yang akan kita kembangkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat hati fun dan tenang.
c. Perfeksionisme
Perfeksionisme adalah kondisi ketika merasa tidak yakin dengan apa yang sudah dituangkan dalam tulisan, selalu berganti atau diedit setiap saat sehingga saat menulis tidak dapat berkembang dengan cepat.
Perfectionism kills creativity, keingin untuk memberikan yang terbaik akan membunuh kreatifitas kita. Kondisi ini dapat kita atasi dengan fokus, keep writing until end, dan satu lagi menulislah dengan hati.
d. Lelah Fisik dan atau Mental
Fisik manusia memiliki kapasitas kekuatan yang berbeda, semua tergantung kepada pola hidup dan pekerjaan yang dijalani. Dari rasa lelah akan berpengaruh kepada mental sehingga kembali akan menimbukan stress dan tidak dapat berpikir jernih.
Lelah fisik kondisi fisik saat lelah tentu saja mengatasi dengan beristirahat, kembalikan stamina untuk kembali bugar. Penuhi asupan makanan sesuai kebutuhan tubuh, perbaiki pola hidup dan mulai mengatur waktu dengan ritme yang baik.
Writer's Block umumnya tidak disebabkan oleh masalah komitmen/kompetensi menulis. Bahkan kondisi mengatasi Writer's Block pada masing-masing orang pun akan berbeda. Semua kembali kepada kondisi fisik dan phiskis dari masing-masing penulis. Be health.
Control yourself, upgrade your skill, be your self, great full for what you get, thought the way by your heart and enjoy it the end.
Terdepan, semangat bunda
BalasHapusBismillah ... semangat dengan 2 lapi di depan krn sedang Zoom hehhe
BalasHapusterima kasih sudah mengerjakan tugasnya dengan sangat baik, semoga materi dari bu Dita bisa kita laksanakan.
BalasHapusBeri saluuuut kerennn
BalasHapusKeren sekali mbakkuπ€©π€©ππππ€π€π
BalasHapusMantap Bunda π
BalasHapusMantap selalu terdepan...ππ
BalasHapusTulisannya bagus bund...ππ»ππ»ππ»
BalasHapusSelalu joss tulisannya ibu Dwi..
BalasHapusMantap Bu Dwi..
BalasHapusTulisannya semakin menginspirasi bu
BalasHapusMantep Bu Dwi Yanti .....
BalasHapusDengan 2 lepi juga tetap konsist dan selalu te o pe ...
BalasHapusHihi...
HapusKalau Bunda Ndy sih virusnya yang takut...π
BalasHapusHihi..virus cinta
HapusSelalu mempesona, keren
BalasHapusBloggnya bagus dan resume selalu di atas
BalasHapusMantul...
Kereeeennnn..... Perlu diApplaus neee.... πππmantabzzz. Terimakasih sudah mengikuti duo Widyaπ₯°
BalasHapusBund... Tulisannya cakep keren bunda ni mah...
BalasHapusWaah hebat sekali tulisannya bunda, mengaiir bagai air tanpa hambatan, sakit mohon bagi tipsnya hehe π
BalasHapusIni ni luar biasa kerennya bu
BalasHapusResume percontohan..mantul sekali beeeb
BalasHapusLuar biasa.......mntap. Semangat terus kita pasti bisa
BalasHapus