PROOFREADING

Malam ini, 14 Februari 2022 memasuki pertemuan ke 13 Pelatihan Kelas BM. Sudah sejak Jum'at badan kurang begitu sehat.  Beberapa tugas sekolah aku selesaikan di tempat tidur dengan ditemani gadget dan choomebook. Walau kondisi sakit, kewajiban sebagai guru harus dituntaskan. Dengan menggunakan quizzes dan liveworksheet  juga video pembelajaran yang kuberikan melalui Google Classroom dan WhatApps group, aku berikan pembelajaran. Alhamdulillah anak-anak mengikuti KBM daring dengan aktif.

Sayangnya kegiatan komunitas ada beberapa  tidak dapat kutuntaskan maksimal. 

Menarik malam ini Narasumber di kelas BM 23 PakD  sahabat di LAGENURAL yang aktif dan bersahaja. 
Tema malam ini "Proofreading Sebelum Menerbitkan Buku" 
Sementara Pak Muliadi sebagai moderator yang akan menemani hingga sesi ini berakhir.

Siapa PakD?
Beliau adalah pendidik di SD Negeri Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas (2017-sekarang). Ayah 4 orang anak. Sebagai blogger sejak 2009. Aktif kembali sebagai blogger sejak bulan Agustus 2020. Aktif menulis melalui Grup WA Bersama Om Jay (Wijaya Kusumah), PGRI, dan Penerbit Andi juga aktif sebagai anggota AISEI (Association for International-Minded School Educators Indonesia).


Di awal pemaparan PakD menyampaikan dari salah satu kutipan blog yang kubuat dan dapat dibuka pada tautan pertemuan ke 11, tentang si Cici. Isi kutipan sebagai berikut:

"Hmm...aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kita dari Pak Mazmo." Kata Cici.

Review yang disampaikan oleh PakD jika mengikuti tata penulisan berdasarkan PUEBI adalah sebagai berikut:

"Hmm ... aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo," kata Cici.

  1. Tanda Elipsis/Titik Tiga (...)  dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan, biasanya untuk memberikan jeda pada dialog. Menurut PUEBI tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.
  2. Mengapa kata "kata" ditulis dengan huruf kecil? Hal ini berkaitan dengan aturan penulisan "dialog tag". Untuk ini mazmo sangat ekspert dan mungkin sudah disampaikan pada pertemuan sebelumnya
Kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.
Menarik, hal yang kecil kadang kita abaikan namun berdampak. Terima kasih PakD.

Disinilah peran kita sebagai penulis melakukan proofreading.  Proofreading sangat penting untuk teks apa pun yang akan dibagikan kepada pembaca, baik itu artikel, lamaran pekerjaan, artikel online, atau buku yang siap cetak.

Sebelumnya kita harus memahami perbedaan antara proofreading dan editing. Proofreading selain menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan juga aspek kebahasaan yang harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum. Sementara editing lebih fokus pada aspek kebahasaan.

Bagaimana kita bisa menjadi seorang penulis yang baik, tentu saja kita harus menjadi pembaca yang baik. Sebagai pembaca kita akan mampu mengedit juga melakukan proofreding sebelum memublikasikan artikel yang kita buat:

Langkah Pertama
Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.

Langkah Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.

Langkah Ketiga
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

Langkah Keempat

  1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
  2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
  3. Konsistensi nama dan ketentuannya
  4. Perhatikan judul bab dan penomorannya

Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Sebenarnya ada banyak aplikasi yang dapat digunakan baik secara offline atau online. Diantaranya memasukan AddOn atau Add-In pada aplikasi Microsoft Office dengan kamus KBBI. Atau bila melakukan secara online kita bisa setting bahasa.

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut semoga semua peserta BM akan lebih baik dan menjadi terbaik.

Never Stop

Keep Try

Be Good Reader

Be Proofreading

20 komentar:

  1. Hmmgh semoga cepet sembuh mbebz ter jreng jreng ...

    BalasHapus
  2. Top blog dan tulisannya Bu..
    Salam Blogger..

    BalasHapus
  3. Selalu mantap resume bunda...lanjutkan ..

    BalasHapus
  4. Semangat Ibu, cepet sehat dan terus menulis

    BalasHapus
  5. Syafakillah Kakak.
    You're the best!

    BalasHapus
  6. Semoga sehat selalu Bunda... perlu perbanyak istirahat. selama beberapa hari ini saya juga belum memenuhi tugas di komunjitas karena baru pulih. semangat bunda dan sukses selalu...

    BalasHapus
  7. Terima kasih semua sahabat BM, mohon maaf tidak dapat membalas satu persatu.. Kita bersama saling memotivasi dan berbagi.. sungguh luar biasa

    BalasHapus
  8. Tetap sehat bun... minum air hangat. Segera istirahat. Resumenya tetap kerennn

    BalasHapus
  9. Rentul... keren betul, dan markoto, Bu

    BalasHapus
  10. Cepet sehat beb.... biar tetap ceria grup nya.

    BalasHapus
  11. Sungguh luar biasa bu, walau badan kurang sehat tetap cepat dan semangat

    BalasHapus
  12. Terima kasih sudah mengajarkan profesionalisme meski sakit tetap berkarya dan paling penting sajian bacaannya menambah wawasan untuk pembaca....salam sukses

    BalasHapus
  13. Semangat.......semoga kita bisa menyelesaikan tantangan ini hingga akhir kelulusan....salam.literasi

    BalasHapus
  14. Hadir. Mantap, maju terus moga sukses.

    BalasHapus