MENGENAL PENERBIT INDIE

Minggu ini PJJ di Kota Tangerang Selatan diperpanjang, beberapa rekan guru ada yang dinyatakan positif dan melakukan isolasi mandiri. Namun semua itu tidak menyurutkan semangat kita sebagai pendidik untuk memberikan pembelajaran secara daring. Demikian juga saat melaksanakan kegiatan untuk pengembangan diri melalui kegiatan kelas BM juga kegiatan lainnya.

Malam ini kegiatan kelas BM bersamaan dengan pelaksanaan Webinar Hari ke-2 Training of Trainers Pelatihan Fitur Baru Quizizz untuk Pembelajaran Hybrid sebagai fasilitator yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, JSDI, IGI serta Komunitas Guru. Tetap semangat dengan memanfaatkan 2 laptop dan gadget semua semoga bisa diatasi.

Tidak terasa kelas BM sudah memasuki pertemuan ke 17, Rabu 23 Februari 2022. Bunda Helwiyah selaku moderator yang akan menemani hingga sesi pelatihan ini berakhir.
Tema "Mengenal Penerbit Indie" akan disampaikan oleh Narasumber alumni belajar menulis bersama PGRI asuhan Om Jay gelombang 8. Beliau adalah Bapak Mukminin, S. Pd. M. Pd, dengan sapaan akrab Cak Inin seorang pendidik, pegiat literasi dan Direktur Penerbit Kamila Press. 

Profil lengkap beliau dapat dibuka pada tautan berikut ini.

Pemaparan yang disampaikan oleh Cak Inin, sebagai penulis kita harus memiliki keinginan dan motivasi yang kuat serta konsisten saat akan menuangkan dalam sebuah buku.

Adapun proses menulis hingga menerbitkan buku yang tepat.maka perlu memahami 5 tahapan yg harus dilalui: 

1. Prawriting
  • Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dg peka terhadap sekitar ( Pay attention).
  • Penulis hrs kreatif menangkap fenomena yg terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
  • Penulis banyak membaca buku.
2. Drafting

Penulis mulai membuat Draf ( outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan menulis naskah buku sesuai  draf tadi. Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dg penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

3. Revisi

Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang,   naskah mana yg perlu ditambahkan. 

4. Editting/ Swasunting

Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit, kan malu kalau banyak kesalahan. Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai denga EBBI. 

5. Publikasi  

Jika tulisan berupa naskah buku sudah sesuai maka memasuki tahap Publikasi atau penerbitan  buku. Penerbit indie atau penerbit mandiri adalah sebuah cara alternatif untuk menerbitkan buku atau media yang lain yang dilakukan penulis dimana naskah bukan dari penerbitnya. Bagi penulis pemula, ini merupakan langkah awal untuk menerbitkan buku baik secara kelompok atau individu. Melalui penerbit indie proses cetak dan jasa layouter, editor, desainer hingga pengajuan ISBN di kembalikan kepada penulis. 

Berikut Paparan Materi Narasumber berupa Slide:


Dalam proses penerbitan buku perlu kita ketahui ada 2 jenis penerbit. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Masing-masing penerbit memiliki perbedaan dalam proses menerbitkan karya penulis:

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 

  • Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
  • Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

  • Penerbit mayor: Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.
  • Penerbit indie: Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

  • Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.
  • Penerbit indie pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit yang tepat dan menjadi pilihan penulis Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper (kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet (bookpapar).

4.  Waktu Penerbitan

  • Penerbit mayor pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
  • Penerbit indie tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

  • Penerbit mayor kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.
  • Penerbit indie umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

  • Penerbit mayor: Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 
  • Penerbit indie: Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.
Salah satu penerbit indie yang sudah banyak menerbitkan buku para penulis di kelas BM adalah Penerbit Kamila Press dan Cak Inin selaku Direktur, memfasilitasi peserta kelas BM untuk giat dalam membuahkan karya dengan biaya terjangkau dan kualitas terbaik.

Tidak ada yang tidak mungkin ketika kita memiliki keinginan dan harapan untuk lebih baik. Menghasilkan karya untuk diabadikan dan berbagi informasi dalam sebuah buku.

Smart, consistent, passion

"Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib

24 komentar:

  1. Terima kasih atas resume ya. Ayo smgt kumpulkan jd buku

    BalasHapus
  2. Semoga PJJ segera berakhir dan bertemu siswa kembali

    BalasHapus
  3. AAMIIN. BLOG YANG SUPER KREN DA RESUME YANG MANTAP BANGET

    BalasHapus
  4. Masya Allah Bu Nur emang keren ....tetep terarah,rapi dan lengkap dalam sikon bareng kegiatan lain





    BalasHapus
    Balasan
    1. Bismillah bun.. semangatπŸ™πŸ™πŸ€©

      Hapus
  5. Akhirnya F1 juga bu... salah satu yang saya kagumi dari Ibu adalah tetap konsisten untuk menulis walaupun dalam keadaan sakit atau kegiatan lain di sekitarnya.
    Kedua, Ibu rajin berkunjung ke blog kami.
    Ketiga, tetap berkomentar membangun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjalin komunikasi..dan persahabatan tetap semangat pak..😊

      Hapus
    2. sangat setuju bu... "Komunikasikan kepada orang lain apa yang kamu ingin dia komunikasikan kepadamu jika posisimu dibalik." - (Aaron Goldman)

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Mantap resume nya buk semakin menari

    BalasHapus
  8. Mantaaaaap, teladan. Smg sll sukses Bu NDY_Yanti

    BalasHapus
  9. Semoga keadaannya baik-baik saja Bu Dwi. Semangat terus Melaksanakan PJJ

    BalasHapus
  10. Segera menjadi buku solo bunda πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  11. Kereeeen...semangat trs menuju indie.salam.literasi

    BalasHapus
  12. F 1 luar biasa Bu...
    Semoga kita bisa masuk penerbit Mayor atau Indie

    BalasHapus
  13. Semangat dan semoga sukses hingga terbit buku solo

    BalasHapus
  14. Barisan F1 gelombang 23 &24 nie...semangatnya patut ditiru

    BalasHapus
  15. Wow...Mantap dan luar biasa Bunda

    BalasHapus