Pertemuan ke 18, Jumat 25 Februari 2022 kelas BM 23. Kak Rosminiyati sebagai Moderator dan Narasumber
Raimundus Brian Prasetya, S. Pd. lahir di Jakarta, 30 Juni 1992. Kini tinggal di Bekasi dan berprofesi sebagai guru SD di Jakarta. Memulai aktivitas menulis ketika blog pertamanya (www.praszetyawan.com) dibuat pada 2009. Profilnya pernah dimuat dalam buku berjudul "
Majors For The Future".
Adapun profil lengkap beliau di sini. Pak Brian sebagai alumnus peserta pelatihan gelombang 4 (Maret 2020) memaparkan tentang pengalaman yang diperoleh sehingga menjadi salah satu fasilitator bagi peserta BM untuk menerbitkan buku melalui penerbit Indie
Sebelumnya Pak Brian telah membagikan tautan:
- Cara Menerbitkan Buku dengan Mudah, Cepat, Anti Ribet, Pasti Terbit dan tanpa Seleksi.
- Murah Banget Menerbitkan Buku Ber-ISBN Hanya 300.000
Melalui tautan tersebut peserta BM dapat menerbitkan buku solo sebagai syarat lulus pelatihan. Menerbitkan buku melalui penerbit Indie merupakan langkah awal bagi penulis untuk membuahkan sebuah karya melalui buku.
Kini telah banyak Penerbit Indie menawarkan kerja sama, namun hendaknya kita dapat lebih selektif dan memerlukan pertimbangan dalam memilih penerbit. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie.
- Biaya penerbitan
- Fasilitas penerbitan
- Batas maksimal jumlah halaman
- Ketentuan dan Biaya cetak ulang
- Apakah dapat Master PDF
- Lama penerbitan
- Jumlah buku yang didapat penulis
Sikap selektif dan pertimbangan ini sangat perlu dilakukan oleh seorang penulis untuk menghindari terjadinya kerugian secara moril dan materil bagi penulis.
Seperti contoh tawaran fasilitas berupa setting layout atau cetak. Ada beberapa penerbit yang menawarkan fasilitas free layout dan cover hindari jika dikemudian hari kita akan mendapat gugatan bahwa gambar cover buku yang dipublikasinya ternyata memiliki hak cipta. Atau proses cetak yang ditawarkan harus memenuhi syarat cetak minimal yang mengakibatkan secara materil akan memberatkan bagi penulis (khususnya penulis pemula).
Ada dua penerbit indie yang diperkenalkan oleh narasumber dengan tawaran yang menarik bagi penulis.
Tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerbit Depok cocok untuk penulis yang hanya sekedar menerbitkan buku saja, dan tidak berencana cetak ulang. Sementara di Penerbit Malang jika penulis berencana menjual buku dengan jumlah buku yang diberikan lebih banyak, biaya penerbitan 650.000 terhitung lebih hemat. Jika stok buku habis, bisa cetak ulang lagi dengan biaya cetak per buku lebih murah dibanding penerbit depok.
There's the ways, there's hope when you wants to create something new.
Ditunggu Kakak buku solonya. Sukses!
BalasHapusSiap dek, kita luncurkan bersama...
HapusMakin keren Bu....jempol buatmu...
BalasHapussemoga buku solonya terbit
BalasHapusHebring alawalu bu NDY nig
BalasHapusF 1 mantap Bu....
BalasHapusmenjadi F1 ... ohya apa kira-kira buku solo kita? suatu pertanyaan di langkah ke 18
BalasHapusBersama Prof. Ekoji dan best practice pak Frans..😊 bagaimana?
Hapussedang berjuang... walaupun masih terseok-seok semoga bisa kirim. padahal temanya sederhana,...
HapusMantap, selalu fokus tugas resume dan menjaga komitmen.
BalasHapusAhaaa mantul Bu, smangat bikin buku solo ...❤️
BalasHapusBEBZ NDY.
BalasHapusitu nama narasumbernya kok dipotong 3 huruf ya.
Hehee..
Versi android dan versi web beda hehe
HapusTerus semangat Bu Yanti 🥰💪
BalasHapusSelalu terdepan Bu Yanti...
BalasHapusSelalu suka sama semangatnya...😍
Semangat bersama..😘
BalasHapusAyooo bergerak cepat
BalasHapusSudah mencapai finis, saya sakit Bunda shg belum bisa kerja resume.
BalasHapusSemangat bu Yos..semoga lekas kmbali sehat
HapusSegera meluncur buku solonya bun...
BalasHapusMantap buk semangat menuju buku solonya..
BalasHapusWah ibu Yanti sudah di proses ya buku solonya
BalasHapusTetap semangat dan semoga lancar menerbitkan buku solo
BalasHapusMantap. Selalu terdepan. Semoga buku solonya terdepan juga. Sukses, Bu.
BalasHapusSemangatnya mantap betul ni bun ndy
BalasHapus