MAJALAH SEKOLAH

Menurut Djafar H. Assegaff dalam bukunya Jurnalistik Masa Kini, majalah diartikan sebagai terbitan berkala atau terbitan  yang memuat artikel oleh berbagai pengarang (1983: 127) atau fitur lainnya.

Majalah dalam bahasa Inggris disebut Magazine yang berasal dari kata Arab makhazi yang berarti penyimpanan. Jurnal yang dianggap  pertama adalah  Journal des Scavans de France. Isinya meliputi buku-buku penting Eropa, daftar penulis dan bahan bacaan, artikel tentang perkembangan seni, filsafat dan sains.

Pertemuan 12, Jum'at 11 Februari 2022 mengangkat Tema Mengelola Majalah Sekolah yang akan di temani moderator cantik bu Mesaroh dan materi dibawakan Narasumber Widya Setianingsih, S. Ag. Narasumber adalah salah satu alumnus kelas BM angkatan 21. Profil lengkap kita dapat berselancar di sini.

Majalah seringkali memuat berbagai jenis topik tulisan yang relevan dengan tujuan dan tema. Isinya tidak hanya artikel saja, namun terdapat juga gambar untuk mengilustrasikan artikel tersebut dan juga  untuk membuat isi dari majalah tersebut menjadi indah dan menarik.

Masa terbit majalah dapat disesuaikan secara berkala, untuk kontennya sendiri  dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya

Kaitannya dengan sekolah, tentu saja telah banyak sekolah membuat media massa informasi melalui beragam plaform seperti majalah sekolah, majalah dinding atau berupa buletin. 

Yang harus diperhatikan adalah isi dari majalah tersebut, menurut Wikipedia daftar isi majalah berisi :

  1. Nomor Edisi : Keterangan edisi dan tanggal terbit
  2. Halaman : Menunjukkan posisi halaman sebuah rubrik.
  3. Rubrik : Menunjukkan isi rubrik
  4. Isi : Tema yang ada dalam sebuah rubrik. Satu rubrik bisa terdiri dari beberapa tema.
  5. Jumlah halaman : Menujukkan jumlah halaman sebuah rubrik.
  6. Penulis : Penulis dari sebuah tulisan.
  7. Deadline : Waktu tulisan yang akan dimuat di majalah.
  8. Keterangan : Penjelasan dari halaman yang ada disebuah rubrik.

Tim redaksi majalah sekolah dapat dibentuk mulai dari unsur satuan pendidik bahkan bisa melibatkan komite dan siswa:

1. Penasehat : Komite
Tugasnya: Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah

2. Penanggung Jawab : Kepala Sekolah
Tugasnya : bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional

3. Pimpinan redaksi : Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) 
Bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.

4. Editor : Bertanggung jawab  swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan

5. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.

6. Fotografer : tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.

7. Layout : Tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan

8. Bendahara : Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah

Manfaat majalah sekolah :
  1. Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa
  2. Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan.
  3. Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar  dll)
  4. Sarana publikasi sekolah di masyarakat 
  5. Menjadi Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi
Saat akan menerbitkan majalah ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan :

1. Nama majalah
Tentuka nama yang singkat dan mudah diingat, jika perlu yang memberikan kesan dan pesan seperti memotivasi

2. Menentukan Isi/artikel yang akan di tampilkan
  • Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 2.
  • Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.
  • Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll.
  • Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik. 
  • Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.
  • Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll
  • Kegiatan Siswa: Kegiatan outclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dll
  • Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan berhadiah.
  • Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.
  • Info dan pengumuman: Info ujian, libur dsbnya 
3. Mengajukan ISSBN
Agar majalah kita memiliki hak paten, maka Mengajukan ISSBN sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN.

4. Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah
Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan walimurid.
  • Saran : Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.
  • Tidak terlalu formal/kaku.
  • Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan
  • Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan)
  • Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.
5. Carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat
Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya : 
  • Tetap Berprestasi di Masa Pandemi.
  • Semakin Berilmu Semakin Berakhlak
  • Lets go green
  • Raih Mimpi Setinggi Bintang
  • Hold Your Star
6. Cover dan Layout Menarik
  • Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah, mencerminkan tema dan isi majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca.
  • Layout dan tata letak majalah dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP,SMA).Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek. Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel. Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja. 
7. Pembiayaan
Pembiayaan digunakan untuk:
  • Biaya cetak majalah
  • Membayar HR crew
  • Pembelian hadiah kuiz dll
8. Percetakan
Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik.
Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsApps, Web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop

9. Upgrade Ilmu Secara Kontinue
Agar majalah selalu Up to date maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew.
Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel,Photoshop untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.

10. Pupuk Kekompakan Team
Tim harus solid dan konsisten, sehingga akan kompak selalu 

Untuk memulai membuat majalah tentu saja kembali kepada proses aktivitas di sekolah diawali dengan aktivitas siswa dalam membuat majalah dinding yang sering dipajang dengan indah di sekolah. Majalah dinding merupakan bentuk penyampaian informasi yang paling sederhana dan memungkinkan dilakukan di mana saja. Untuk di sekolah kami bentuk literasi yang dikembangkan masih berupa majalah dinding dan buku cerita dengan menggunakan buku bekas. Kondisi untuk membuat majalah belum memungkinkan berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Tim Pengembang Kurikulum dan Komite. 
Tidak ada yang tidak mungkin untuk memulai, semua melalui bagimana proses pengelolaan program sekolah dengan mengacu kepada kondisi dan stake holder.
Informasi yang dikembangkan sekolah dapat melalui website atau juga google site seperti yang dilakukan sekolah kami di sini

Majalah sekolah, mading, atau buliten adalah sebagai sarana informasi yang dapat dikembangkan sekolah sebagai media pengembangan literasi.

Tetap semangat untuk pendidikan.

22 komentar:

  1. guru penggerak akan mampu mengelola majalah sekolahnya

    BalasHapus
  2. Semangat Kakak buat majalah sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat bertahap selama ini baru buletin sederhana dan kalender sekolah heheh

      Hapus
  3. Aiih kereen resumenya. Apalagi siswanya sudah membuat cerita dari buku bekas. Sekolah saya belum ada tuuh. Two thumbkind bun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapp..thanks Ms. Widya.. keep on to share more informations

      Hapus
  4. Asyik tema blog dan keren resumenya.

    BalasHapus
  5. Memang mantap bunda satu ni....👍👍👍

    BalasHapus
  6. blog paforit saya. rapi, lengkap dengan tambahan dari sumber lain. sukses bu...

    BalasHapus
  7. Awal yang baik, modal utama buat majalah sudah di tangan. Lanjutkan perjuangan Ibu

    BalasHapus
  8. Bagus sekali resumenya bu 👍👍👍

    BalasHapus
  9. Rupanya sudah praktek ya Bu jadi keren mantab

    BalasHapus
  10. Makin kereeeeen saja, bikin smua terpesonaaaa
    Slalu asyiiiik....bikin smua melirik....

    BalasHapus
  11. Semakin hari semakin mantap resumenya bu

    BalasHapus
  12. Selalu ter jreng jreng pokonya ... Selamat ya dapat hadiah lagi ...

    BalasHapus