CICI BELAJAR MENULIS CERITA FIKSI

Sore itu Cici tampak tergesa-gesa, beberapa kali saat dia melompati batu dia tersungkur. Namun rasa sakit di lutut dan telinganya yang panjang tidak menghambat dia untuk terus melompat.

Matahari senja menorehkan lukisan yang indah berwarna jingga dan kuning keemasan. Cici semakin mempercepat lompatan, telinganya yang panjang berayun-ayun mengikuti setiap gerakan. 

Siang tadi Cici mendapat tugas untuk membuat rangkuman materi di kelas menulis, semangatnya sebagai peserta latihan tidak pernah surut. 

Cici seeokor kelinci yang lincah dan gesit, di lingkungan rumah pohon dia termasuk kelinci yang pintar dengan segudang prestasi. Banyak kelinci dari lingkungan rumah pohon lain berteman dengan Cici karena selain pandai, Cici suka berbagi pengalaman bahkan berbagi wortel.

Brak! Olala...Cici menabrak pintu rumah pohonnya. Kepalanya terasa berdenyut, kini dia meringis kesakitan. Apalagi setelah dia berjongkok mengambil kunci rumah yang terjatuh lututnya berkedut terasa ngilu.

"Semangat!" tegasnya dalam hati. Setelah masuk ke rumah pohon, segera Cici membersihkan badan serta luka di lututnya. Jam dinding berbentuk wortel yang tergantung di kamar menunjukan pukul 18.00 WIB, Cici bersiap untuk sholat magrib.

Setelah menikmati beberapa wortel segar Cici membuka laptop mungilnya di meja dan mulai mengikuti kelas menulis Pertemuan ke-11 secara daring melalui WhatsApp group.

Pelatihan dibuka oleh Bunda Helwiyah sebagai moderator, beliau menyampaikan hari ini Rabu, 09 Februari 2022 materi akan disampaikan oleh Pak Mazmo dengan Tema "Menulis Itu Mudah".

Cici menggaruk-garuk telinganya yang tidak gatal, "Siapa Pak Mazmo?" tanyanya dalam hati.

Kembali dia menyimak, oalah... ternyata Pak Mazmo atau Pak Momo ini panggilan akrab untuk narasumber yang luar biasa malam ini dengan nama lengkap Sudomo, S. Pt, seorang sarjana peternakan yang mumpuni serta penggiat literasi bahkan sudah menulis banyak sekali buku dan juga sebagai Ketua Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat. Profil lengkap narasumber hebat ini bisa di buka di tautan berikut atau ini.

Wow..! Mata Cici berbinar semakin semangat dia menyimak.

Ada beberapa alasan bahwa kita harus belajar menulis fiksi pertama salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah Literasi Teks Fiksi; kedua menulis fiksi merupakan cara asyik untuk menyembunyikan dan menyembuhkan luka. 

"Menyembuhkan luka?" sejenak cici mengerutkan kening. Tiba-tiba dia tertawa geli.
"Ya..ya..ya! aku setuju," ujar Cici. "Luka di lututku kini sembuh." 
Ops, lanjut menyimak Cici.

Ketiga, cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan; keempat, menulis fiksi bisa menjadi tambahan poin dan koin, terutama jika dikumpulkan menjadi sebuah buku.

Waw... cocok sekali, Cici kan suka membuat cerita fiksi.

Bahkan untuk menemukan passion saat menulis fiksi ada beberapa hal penting yang harus Cici lakukan diantaranya komitmen dan niat kuat untuk belajar menulis fiksi, baik melalui postingan blog atau kompetisi, kemauan dan kemampuan melakukan riset. Tujuannya agar tulisan menjadi lebih nyata, banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain. Hal ini akan memperkaya kosa kata dan juga menemukan gaya menulis, mempelajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah kebahasaan, juga memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.

Cici semakin bersemangat menyimak, dia meloncat menuju kulkas dan mengambil wortel. "Aku jadi lapar kalo bersemangat," gumam Cici.

Ada unsur-unsur penting yang harus Cici cermati saat membuat cerita fiksi. Pertama, tema yang merupakan ide pokok cerita. Adapun kiat menemukan tema adalah yang paling dekat dengan kita. Bisa keluarga atau sekolah. Selain itu, pilih tema yang paling disukai dan kuasai. Hal ini akan memudahkan dalam menyelesaikan cerita. Kedua, premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang penyihir muda berjuang melawan penyihir jahat yang akan menguasai dunia. Contoh tersebut adalah premis dari novel Harry Potter. Ketiga, alur/plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita. Terdiri dari pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending. Keempat, penokohan yang merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita. Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain. Kelima, latar/setting yang merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana. Keenam, sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.

"Hmm...aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kita dari Pak Mazmo." Kata Cici.

Perlahan tapi pasti Cici mulai menyusun struktur penulisan cerita fiksi.

Malam semakin larut, Cici menghentikan ketikannya. Dia merasa cukup puas akan hasil karyanya  tema cerita anak yang dibuat malam ini.

"Hoaammm.." Mata Cici mulai terasa berat. Dia meluruskan punggungnya sejenak, kemudian mengambil air wudhu untuk sholat Isya.

Dalam doanya Cici bersyukur mendapatkan banyak sekali ilmu malam ini. Perlahan dia bangkit berdiri mematikan laptop dan lampu kamarnya. Suasana damai di lingkungan rumah pohon menemani Cici yang kemudian terlelap dalam mimpi yang indah.

29 komentar:

  1. Bagus n keren Bu.. salam buat cici

    BalasHapus
  2. Luar biasa desain dan tulisanya buk

    BalasHapus
  3. Apapun ditangan my Kakak, semuanya jadi oke.
    Sukses Kak🥰

    BalasHapus
  4. Selalu jreng bu dwi....langsung apikasi materinya😊

    BalasHapus
  5. Ayo Cici jangan lupa dihabiskan wortelnya... Buat cerita tentang wortel emas yaaa. Keren resumnya bunnnnn

    BalasHapus
  6. Waw luar biasa bu ceritanya langsung jadi

    BalasHapus
  7. Saya paling semangat baca blog ini. Makin mantap. Saya juga makin semangat belajar. Masakan kelinci aja belajar apalagi saya. Sukses selalu Bu...

    BalasHapus
  8. Mom bikin semangat ni kalo nulis...

    BalasHapus
  9. Keren......luar biasa, semangat menulis

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Menarik sekali. Seperti sang narasumber.

    BalasHapus