HUTANG PENDIDIK

Pendidik sebagai sumber inspirasi, sebagai motivator dan katalisator tidak hanya sekadar memiliki kemampuan dalam menyusun strategi pembelajaran serta memanusiakan manusia bagi peserta didik dalam pembentukan karakter seutuhnya, tetapi bagaimana kita mampu berperan sebagai leader yang memimpin dan memberikan contoh kinerja yang baik sehingga dampaknya dapat dirasakan sebagai bentuk eksistensi diri, bagi lingkungan kerja juga bagi peserta didik.  Ada 4 kompetensi yang harus dimiliki seorang pendidik yaitu kompetensi pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut memiliki aspek atau indikator yang harus dicapai. Melihat perkembangan di saat ini bahwa pendidik dituntut untuk terus mengembangkan potensi diri untuk membekali anak didik dalam menghadapi tantangan di masa datang.

Perubahan kultur sosial dan budaya ini pun terasa sangat besar dengan kondisi pendidikan di Indonesia.
Dalam prosesnya perubahan tidak dapat dihindarkan dan harus dihadapi, dilakukan secara kerjasama kelompok dan tim. Ini lah yang menjadi bagian yang akan memotivasi diri untuk berperan aktif bersinergi sebagai pelaku pendidik bersama antar tenaga pendidik, pemerhati dan praktisi, orangtua dan peserta didik.

Di satu sisi, sertifikasi pendidik tidak menjamin bahwa seorang tenaga pendidik adalah individu yang profesional. Profesionalisme memang membutuhkan pengakuan dan legalitas namun implementasi di lapangan acapkali diabaikan. Pengakuan kemampuan dan profesional tidak dapat diabaikan tapi ada kewajiban yang harus dilaksanakan dengan meningkatkan pengalaman dan pengembangan diri untuk kemajuan pendidikan.

Peserta didik adalah sasaran utama sebagai aset bangsa, kita selaku pendidik yang megisi amunisi dan memberikan kekuatan dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkarakter, berbudaya, religius dan memiliki jiwa kebangsaan.

Untuk mewujudkan motivasi, harapan dan capaian tersebut dengan melakukan pendekatan pembelajaran berorientasi kepada peserta didik melalui inovasi dan metode pembelajaran serta membangun komunikasi dan komunitas diantara tenaga pendidik dalam pengembangan model pembelajaran. 

Sejarah negara yang membentuk rasa kebangsaan dan memiliki. Sosial dan budaya merupakan bagian penting dalam membangun karakter bangsa  Agama sebagai pondasi membentuk jiwa yang relegius. Pengetahuan sebagai sarana membangun bangsa. 4 hal penting yang ditanamkan dalam pembentukan manusia seutuhnya.

Janganlah menjadi hutang pendidik yang terlambat dituntaskan, memotivasi diri, mengembangkan diri dan mengimplementasikannya di dunia pendidikan sebagai tenaga pendidik yang handal. Tetaplah semangat membangun karakter anak bangsa. 

3 komentar:

  1. Assalamualaikum hallo Bu Dwi Yanti teruslah berkarya nyata karena kelak literasinya kan menjadi kenangan terindah✍️🌷

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam..siap bu Sri terima kasih atas semangatnya...

      Hapus
    2. PBM yang sangat menyenangkan.

      Hapus