BERBINCANG DENGAN HOAX, SOSMED DAN MEDIA DIGITAL

 "Carilah ilmu dan hiasilah dia dengan sikap tawadhu dan santun." (Al-Hasan)




W
aktu sudah menunjukan 16.06 WIB ketika Bapak Dail Ma'ruf mulai membuka sesi pertemuan GMLD ke-13. Pemateri hari ini adalah Bu Aam sebagai Guru dan Kepsek di SMP Matlaul Hidayah Lebak Banten. Telah banyak karya solo dan antologi yang dimiliki Ibu Aam. Berikut Profil Pemateri 
Untuk merefresh kembali ingatan kita , pemateri memberikan pertanyaan "Definisi Hoax" melalui link kuisioner yang diberikan.
Dari kuisioner menyatakan bahwa hoax adalah berita atau informasi yang tidak benar. 
Banyak informasi-informasi atau ajakan yang menyesatkan para pengguna media sosial.
Bahkan tidak sedikit para user termakan oleh berita hoax sehingga mengalami kerugian materi juga berdampak terhadap psikologis.

Materi yang disampaikan Bu Aam mengajak kita untuk berbincang dengan Hoax, sosmed dan media digital.
Mengapa berbincang?

Jika dari pemaparan pemateri berbincang disini tindakan kita untuk mencari tahu dan mencari kebenaran informasi, tidak hanya sekedar tahu tapi bagaimana ketika kita memanfaatkan sosmed dan media digital untuk mendapatkan informasi yang benar.

Sosmed dan media digital merupakan sarana yang sangat ampuh dalam penyebaran informasi dengan cepat. Apapun itu tanpa kita sadari setiap postingan atau berita yang kita sebar atau dapatkan akan memiliki viewer yang cukup banyak hanya dengan hitungan detik.

Adapun ciri-ciri berita hoax adalah sebagai berikut:
  1. Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan.
  2. Sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab atau klarifikasi.
  3. Pesan sepihak, menyerang, dan tidak netral atau berat sebelah.
  4. Mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal.
  5. Memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat.
  6. Judul dan pengantarnya provokatif dan tidak cocok dengan isinya.
  7. Memberi penjulukan.
  8. Minta supaya di-share atau diviralkan.
  9. Menggunakan argumen dan data yang sangat teknis supaya terlihat ilmiah dan dipercaya.
  10. Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumbernya.
  11. Berita ini biasanya ditulis oleh media abal-abal, di mana alamat media dan penanggung jawab tidak jelas.
  12. Manipulasi foto dan keterangannya. Foto-foto yang digunakan biasanya sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain dan keterangannya juga dimanipulasi.
Teringat dengan materi pada pertemuan ke -6 yang di sampaikan Ms. Phia jika kita kaitkan dengan materi dari Ibu Aam saat kita berbincang dengan hoax sama halnya ketika kita berbicara pada diri sendiri, hadapi berita dengan senyum maka akan menyegarkan pikiranmu, reframing diri menjadikan diri kita bukan bagian dari berita hoax dan mampu menganalisis, bangun ketahanan diri bergabung dengan komunitas yang positif dan berhubungan dengan orang-orang terdekat yang dapat dipercaya.

Jadilah individu yang smart, memotivasi dan paham digital.

Ask yourself, be smart.

5 komentar:

  1. Mantap bu, singkat dan padat serta menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bu Nur ... ayo bersama kita tinggalkan jejak digital yang mengedukasi, memotivasi

      Hapus
  2. Keren Bu, singkat, padat, tepatt..

    BalasHapus
  3. Thanks Mbak Mafrudah dan Mbak Kania... cemungut

    BalasHapus