UPAYA MENJADIKAN SDN MUNCUL 03 SEBAGAI RUMAH KEDUA BAGI SISWA


 

A.    Lingkungan Pendidikan

Lingkungan adalah ruang dan waktu yang menjadi tempat eksistensi manusia. Lingkungan sekolah tempat anak-anak akan mendapat nilai-nilai baru pula dari bergaul dengan lingkungannya. Karena itu menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi pembentukan ke arah yang diinginkan adalah sesuatu yang diharapkan. Di sekolah perlu diterapkan hidden curriculum, yaitu kurikulum yang tidak diajarkan tetapi berpengaruh kepada pembentukan watak anak. Karena ada kebiasaan baik yang dilaksanakan di sekolah itu yang berpengaruh kepada mereka. hal inilah yang dimaksudkan lingkungan pendidikan.

 

B.     Profil SDN Muncul 03

SD NEGERI MUNCUL 03, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan terletak di Kelurahan Muncul  Kota Tangerang Selatan yang didirikan pada tahun 1982 di atas tanah seluas ± 1500 m2 dengan jumlah 5 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang sholat, 1 ruang perpustakan. Kondisi geografis yang demikian merupakan “tantangan” bagi warga sekolah untuk mengantisipasi berbagai pengaruh negatif yang datang dari luar sekolah. Pengaruh-pengaruh negatif ini sangat rentan mengingat Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan merupakan perlintasan lalu lintas darat yang cukup ramai dari Kabupaten Tangerang.   

Warga masyarakat, termasuk orang tua siswa mayoritas berprofesi sebagai Buruh dan dari segi keadaan ekonomi masyarakat, warga masyarakat sekitar jika dikategorikan termasuk kelas menengah ke bawah. SD NEGERI MUNCUL 03 bukan merupakan satu-satunya Sekolah Dasar Negeri di Kelurahan Muncul.   Hal ini memacu SD NEGERI MUNCUL 03 untuk senantiasa meningkatkan kualitas pendidikannya agar mampu bersaing.

 

C.    Konsep Ideal Sekolah sebagai Rumah Kedua bagi Siswa

Sekolah bisa dikatakan baik apabila memiliki kurikulum yang telah disusun dan mampu dilaksanakan secara ketat.  Kurikulum yang ideal adalah kurikulum yang relevan dengan pendidikan yang ideal adalah kurikulum yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman. Kurikulum menekankan pada aspek kognitif, afektif, dan pertumbuhan yang normal, serta spiritual. Pembinaan kepribadian merupakan kajian utama kurikulum. Materi program berupa kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan : self-esteem, motivasi berprestasi, kemampuan pemecahan masalah perumusan tujuan, perencanaan, efektifitas, hubungan antar pribadi, keterampilan berkomunikasi, keefektifan lintas budaya, dan perilaku yang bertanggung jawab.

Sekolah yang ideal juga sangat dipengaruhi oleh ketersedian sarana dan prasarana pendidikan, yaitu sarana berupa gedung sekolah yang representative, halaman dan tempat bermain yang memadai bagi usaha pengembangan sekolah, memiliki ruang belajar yang sesuai dengan jumlah siswa, memiliki sarana pendukung yang cukup seperti, laboratorium untuk semua mata pelajaran, gedung serba guna, perpustakaan, UKS, koperasi, kantin dan sarana pendukung lainnya. Dengan didukung sarana dan prasarana yang baik, diharapkan semua peserta didik dapat belajar secara nyaman, dan betah. Sekolah diibaratkan sebagai rumah kedua bagi anak-anak, sehingga sekolah yang baik mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan siswa. 

 

D.    Upaya Menjadikan SDN Muncul 03 sebagai Rumah Kedua bagi Siswa

Sekolah sebagai rumah kedua bagi guru dan siswa bukan hal yang mustahil untuk dilaksanakan, hal ini muncul karena fenomena dunia pendidikan saat ini tampak dibebani materi pelajaran yang terlalu sarat dan padat dan akibatnya pelaku pendidikan  baik guru maupun siswa menjadi jenuh yang pada muaranya menjadi tersiksa dan enggan pergi ke sekolah. Disinilah peranan sekolah  , yang merupakan “perpanjangan tangan” dari keluarga berfungsi sebagai rumah kedua bagi anak-anak setelah keluarga.

 

  • a.      Implementasi Sekolah sebagai rumah kedua di SDN Muncul 03

Dari segi sarana dan prasarana secara ideal, SDN Muncul 03 masih dalam proses dan rangkaian perencanaan dalam program 4 tahun ke depan. Sehingga penerapan konsep rumah kedua bagi siswa lebih dititik beratkan kaitannya pada kegiatan pengembangan karakter anak secara intra dan ekstra kulikuler.

Penerapan-penerapan yang telah dilakukan untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa di SDN Muncul 03 diantaranya dengan melakukan berbagai kegiatan pembiasaan dan pengembangan diri siswa.

Pembiasaan (habituation) merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Perbuatan ini awalnya dikarenakan pikiran yang melakukan pertimbangan dan perencanaan, sehingga nantinya menimbulkan perbuatan yang apabila perbuatan ini diulang-ulang maka akan menjadi kebiasaan.

Program pembiasaan yang dilakukan di SDN Muncul 03, merupakan bagian terpenting dalam membangun karakter anak sehingga mereka mampu menjadi anak yang mandiri, berbudaya, beragama, bermartabat dan saling menghargai. Dengan memiliki karakter dan pribadi yang baik maka akan menjadikan siswa merasa aman dan nyaman berada di lingkungan sekolah dalam melakukan aktifitas.

Adapun kegiatan pembiasaan yang telah berjalan di SDN Muncul 03 diantaranya adalah:

1.      Penerapan Metode Pembelajaran yang Menyenangkan bagi Siswa

Kegiatan pengembangan metode pembelajaran bagi siswa, dilaksanakan untuk para tenaga pendidik yang kemudian diterapkan dalam proses KBM. Salah satu kegiatan yang sudah berjalan di SDN Muncul 03 yaitu kegiatan IHT (in House Trainning). Kegiatan ini merupakan pembiasaan yang diterapkan untuk para tenaga pendidik dalam saling bertukar pikiran dan mengembangkan potensi diri. Yang selanjutnya diterapkan dalam proses KBM sehingga suasana menyenangkan dan proses belajar dapat menumbuhkan keinginan siswa untuk belajar sendiri.

2.      Kegiatan Jumsih

Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota sekolah dalam melaksanakan kegiatan kebersihan dalam 3 minggu sekali. Penerapkan sekolah bersih lingkungan sehat akan menimbulkan rasa nyaman dan menimbulkan rasa memiliki bagi siswa.

3.      Kegiatan Makan Bersama di Kelas

Kegiatan ini mengajak siswa untuk membawa bekal dari rumah, tujannya untuk mengurangi jumlah sampah dan kesehatan siswa, serta mengajak peran serta orangtua dalam memperhatikan kondisi siswa untuk mempersiapkan anak-anaknya menuju sekolah dengan rasa senang. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini berkurangnya rasio sampah, rasa sosial yang tinggi antar siswa serta kedekatan tenaga pendidik dan anak didiknya.

4.      Kegiatan Shalat Berjama’ah

Kegiatan ini dilakukan di dalam kelas masing-masing siswa, hal ini berkaitan dengan kelas dan lingkungan yang bersih. Pembiasaan melepas sepatu dan meletakan di rak sepatu sudah cukup lama diterapkan di sekolah, sehingga kelas dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan ibadah. Penerapan shalat berjama’ah merupakan landasan pendidikan spiritual sehingga membentuk siswa yang berakhlak mulia.

5.      Kegiatan Tadarus dan Yasinan

Dalam membentuk sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa  pengembangan karakter akhlak mulia dengan melakukan pembiasaan tadarus yang dilakukan di awal jam pembelajaran kemudian dengan dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan sebagai wujud cinta tanah air. Adapun kegiatan membaca Surat Yasin dilaksanakan setiap hari Jum’at dilanjutkan dengan siraman rohani.

6.      Pembiasaan Bakti Sosial

Pembiasaan yang dilakukan dalam kegiatan keagaamaan atau kegiatan yang tidak periodik seperti sumbangan bagi korban bencana alam. Kegiatan ini akan menimbulkan rasa kasih sayang antar sesama siswa dan merupakan hal positif dalam pengembangan sekolah aman dan bagian dari upaya sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa

 

Adapun upaya menjadikan SDN Muncul 03 sebagai rumah kedua bagi siswa dengan melaksanakan kegiatan pengembang potensi bakat dan minat siswa melalui kegiatan sebagai berikut:

1.      Kegiatan Ekstrakulikuler Pengembangan Bakat dan Minat Siswa

Sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa adalah sekolah yang dapat menfasilitasi kemampuan dan bakat siswa. Kemampuan, bakat dan minat siswa dalam mengembangkan diri 75% terfasilitasi di SDN Muncul 03. Kegiatan hari Sabtu telah difokuskan kepada kegiatan bakat dan minat siswa. Melalui pendelegasian dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik, maka bakat dan minat siswa dapat difasilitasi.

2.      Kegiatan Literasi

Kegiatan literasi adalah sebuah kegiatan dalam menumbuhkan kesadaran dalam diri siswa mengenai pentingnya membaca. Program literasi yang telah dilaksanakn di SDN Muncul 03 diantaranya dengan kegiatan kunjungan wajib setiap kelas yang telah terjadwalkan serta membaca buku non pelajaran pada jam-jam tertentu di kelas sehingga membuat siswa tidak merasa jenuh. Bentuk Literasi di perpustakaan tidak hanya melalui kegiatan membaca buku semata, ada program-program literasi secara digital dimana siswa mengamati secara audio dan visual media film bertajuk pengembangan karakter dan ilmu pengetahuan umum dengan didampingi guru dan tenaga pustakawan. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling dinanti oleh para siswa sehingga mereka betah berada di lingkungan sekolah.

3.      Kegiatan Gebyar Literasi dan Bakat

Program kegiatan yang merupakan program baru berjalan dalam dua tahun ini menfasilitasi siswa untuk menunjukan kompetensi bakat dan minat dengan memberikan reward bagi yang terbaik.

Dari minat siswa yang cukup besar menunjukan bahwa kegiatan ini dapat membuat siswa merasa betah di sekolah dan mampu bersaing secara sehat untuk menunjukan kemampuan bakat dan minat mereka.

 

  • b.      Relevansi Sekolah sebagi Rumah kedua bagi Siswa dan Potensi Akademik

Salah satu cara untuk melihat keberhasilan siswa di sekolah yang bisa dilakukan adalah dengan membandingkan antara pencapaian sekarang dan terdahulu. Hal itu dengan sendirinya akan menimbulkan motivasi bahwa untuk mengembangkan diri yang lebih baik setiap harinya. Dengan begitu, tidak ada lagi kompetisi yang menekan, karena setiap anak akan dihargai pencapaiannya, tidak peduli seberapa kecilnya pencapaian tersebut.

Pencapaian potensi akademik di SDN Muncul 03 dengan tingkat kelulusan siswa mencapai 100% setiap tahunnya dan penyebaran dalam melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya yang beragam sesuai dengan minat siswa.

Adapun pencapaian potensi non akademik dari siswa dapat dilihat dari persentase kejuaraan dalam 2 tahun ini cukup meningkat hal ini berkaitan dengan pengembangan bakat dan minat siswa yang telah terfasilitasi.

Sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa tidak luput kaitannya dengan kompetensi dan prestasi guru sebagai pelaku dan pemeran keberhasilan tujuan dari pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan jenjang pendidikan para tenaga pendidik di SDN Muncul 03 sudah mancapai 95% S1 dan prestasi tenaga pendidik dalam berkompetensi di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.


 



 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar