PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN

Oray-orayan, luar leor ka sawah
Entong ka sawah, pare na keur seudeng beukah
Oray-orayan, luar leor ka kebon
Entong ka kebon, di kebon loba nu ngangon

Potongan kawih di atas adalah salah satu lagu kaulinan (permainan) wilayah Tatar Sunda. Permainan tradisional ini dimainkan bersama-sama yang memiliki nilai kearifan lokal. Kebersamaan, kerjasama, serta keteraturan.

Seperti yang dipaparkan Hindah Setianingsih, S. Pd, M. Pd sosok wanita energik, aktifis pendidik di TK Kartini Bojonegoro Jawa Timur. Banyak sekali unsur edukatif dari permainan tradisional. Namun sangat disayangkan kini jarang kita temui khususnya di kota-kota besar. Hal ini terjadi karena sudah jarang dimainkan di lingkungan keluarga atau sekolah, semakin berkurangnya lahan bermain, serta perkembangan teknologi sehingga anak-anak cenderung bermain gadget.

Kondisi tersebut tidak dapat kita hindari, disinilah peran pendidik untuk mengenalkan ragam jenis permainan tradisional bahkan dapat dimodifikasi atau dikembangkan dengan unsur teknologi, sebagai bentuk pembelajaran inovatif.

Bagaimana kita dapat menerapkan jenis permainan tradisional dalam proses pembelajaran? 

Kita dapat mengintegrasikan jenis permainan yang sesuai dengan materi ajar. Selain memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan juga akan membawa dampak bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar.

Dari tayang video di atas, menunjukan bahwa dunia anak-anak tidak lepas dari kegiatan bermain.Menerapkan nilai budaya lokal, memanfaatkan lingkungan, jenis permainan serta materi ajar, merupakan keterpaduan dalam prores pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu bentuk kegiatan dengan memanfaatkan alat yang mudah dalam kegiatan bermain dan belajar.
Bagaimana menerapkan permainan tradisional selama masa pandemi? Dalam pelaksanaannya permainan tradisional dapat memasukkan unsur-unsur permainan rakyat dan permainan anak ke dalamnya. Dengan demikian bahwa sebagai pendidik harus dapat menggabungkan unsur permainan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan karakter siswa. 

Hal yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan materi ajar, menentukan indikator dan tujuan pembelajaran, petunjuk kegiatan kemudian rubrik penilaian. Dari 3 unsur tersebut maka guru dapat menentukan beberapa aspek budaya, kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga tercapai tujuan pembelajaran.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan ragam budaya, jenis permainan tradisional pun dapat kita temukan di berbagai daerah dengan nama, alat dan jenis permainan. 

Unsur budaya, interaksi dan komunikasi dari permainan tradisional akan membangun karakter peserta didik ke arah yang lebih baik. Kembangkan model pembelajaran yang menyenangkan. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan merupakan bagian dari tugas kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar