ANAK MUDA BERANI BIKIN PERUBAHAN DI DUNIA DIGITAL

Marathon, setelah tuntas sebagai fasilitator Webinar E-Modul di hari Sabtu 20 November 2021. Kemudian dilanjutkan sebagai Fasilitator dan pemateri pada Gebyar Akun Belajar.id Banten Jawara GCE (Google Certified Educator) Provinsi Banten. Perlahan tapi pasti menyusun 2 buku antologi. Tetap Semangat. 

"Terus melangkah untuk perubahan"


Karya Tulisan:
  1. Buku antologi “Writing is My Passion – Jilid 1” Agustus 2021
  2. Buku antologi “Merdeka Berpantun Cinta Budaya Negeri” September 2021
  3. Buku solo “Jendela Literasi – Kumpulan Artikel Dunia Menulis dan Menerbitkan Buku” Oktober 2021          
Pada pertemuan GMLD-10, Bu Rosminiyati memaparkan bahwa tema materi hari ini berdasarkan pengalaman beliau selama proses untuk membuat suatu karya. 
Bahwa kita akan semakin mengerti arti kerja keras, perjuangan, ketangguhan, kolaborasi, keikhlasan, saling menghargai, kebermanfaatan hidup. 
“Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital”. Dari tema tersebut, beliau ingin mengulik 2 kata kunci yang menjadi pedoman pembahasan materi hari ini.

  1. Berani, berdasarkan KBBI V online diartikan “mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sebagainya; tidak takut (gentar, kecut).
  2. Perubahan adalah hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran. (KBBI V online). Tentu saja, dalam hal ini adalah perubahan dari keadaan semula menjadi lebih baik dari pada sebelumnya
Melalui rasa percaya diri dan keberanian maka kita akan mampu menghadapi perubahan. Mengapa harus menghadapi perubahan digital:
  1. Kebutuhan. Perubahan dan perkembangan teknologi tak luput pula terjadi pada bidang pendidikan. Mau/tidak mau, suka/tidak suka, sebagai guru kita juga harus mengikuti perubahan tersebut. Untuk data GTK dan peserta didik, semuanya kini sudah menggunakan digitalisasi/online.
  2. Menyalurkan hobi. Melalui perubahan dan perkembangan teknologi, maka kita dapat menyalurkan hobi kita melalui digitalisasi baik berupa tulisan, video, informasi bahkan membangun suatu komunitas
  3. Tambahan penghasilan. Digitalisasi merupakan salah satu sarana dalam mempublikasikan dan memasarkan suatu produk/hasil karya. Jika kita mampu memanfaatkan perubahan ini maka akan menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan penghasilan.
  4. Berbagi. Melalui perubahan dan perkembangan teknologi maka kita akan dengan cepat mendapatkan informasi dan berbagi informasi dengan cepat.
Bagaimana kita dapat menciptakan suatu perubahan yang positif sehingga mampu memotivasi diri, dan menjadi seorang katalisator?
  • Tekad/semangat. Jika sudah ada keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan di dunia digital, maka kita akan berusaha belajar kapanpun, di mana pun, dan dengan siapa pun.
  • Lingkungan. Pengaruh lingkungan besar sekali terhadap perubahan kita di dunia digital. Apabila kita berada di lingkungan orang-orang yang sangat aktif bergelut dalam dunia digital, secara sadar atau tidak, kita pun akan ikut arus tersebut. Sebaliknya, jika lingkungan kita termasuk golongan terbelakang, otomatis kita juga akan jalan di tempat.
  • Sarana/Prasarana. Dunia digital terkait erat dengan sarana/prasarana (gawai, laptop, PC, kuota data internet, jaringan, listrik, dll.). Jika fasilitas tidak dimiliki/tidak mendukung, tentu saja kita tidak bisa melakukan perubahan di dunia digital.
  • Kesempatan. Terkadang kita temukan keadaan seseorang ingin melakukan perubahan di dunia digital, namun karena tidak ada kesempatan, maka perubahan itu pun menjadi tertunda.
  • Dukungan. Ada kalanya, untuk melakukan perubahan, kita memerlukan dukungan orang-orang di sekitar kita dalam bentuk dukungan fisik, mental, dan finansial. Hal ini penting, karena melakukan perubahan di bidang digital bukanlah hal sederhana bagi orang-orang tertentu.
Sikap dan tindakan apa yang dapat kita lakukan untuk menghadapi pergerakan perubahan digital yang terus tanpa henti. Tetapkan pada diri kita

"No matter what I did in the past. Today I'm going to make something new."

Perubahan yang kita lakukan akan berdampak bagi anak didik, kita dapat bersinergi dengan mereka dengan membangun komunikasi dan komunitas.
Semua kembali kepada minat, trend, dan keberanian dalam berinteraksi dengan dunia digital. Sebagai pendidik kita menghadapi perubahan digital, mengajar dan mendidik dengan berprinsip pada semboyan yang disampaikan oleh Bapak Pendidik kita Ki Hajar Dewantara "ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani." (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan).

Kita hadapi, jalani setiap perubahan dan perkembangan digital sertakan anak didik kita sebagai anak muda yang berani membuat perubahan di dunia digital dengan memberikan contoh yang baik, memotivasi, dan memberi dukungan.

Tetap semangat menjadi motivator literasi digital. 


6 komentar:

  1. Keren. Terima kasih sudah belajar bersama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 bu...jd semakin cemungut menulis...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

      Hapus
  2. Padat berisi say mantulπŸ‘πŸ‘✍️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bu Mafrudah...mantap ibu juga...is the best our Capt..πŸ˜™πŸ€©

      Hapus
  3. Mantap betul bu, keren dan cepat lagi bu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedang bersemangat bu Nuryani...😁😁 terma kasih atas kunjungannya ke blogku yg sederhana bu..

      Hapus